Thursday, March 7, 2013

Termenung

Lama rasanya tidak menulis. Ya lah tu, hampir tiga bulan.

Semenjak aku tiba di tanah air, pelbagai cerita, pelbagai perkara, pelbagai ragam yang berbagai-bagai macam yang sebenarnya tidak lah banyak tetapi cukup untuk membuat aku gembira telah singgah dalam kehidupan aku. Sebenarnya, bukan sahaja gembira, duka pun ada. Entah lah. Nak dikatakan duka pun tidak sebenarnya. Apa-apa lah. Aku hargai.

Aku beri contoh. Dalam situasi membeli belah, pada aku, biarlah menyesal kerana terbeli daripada menyesal tidak beli. Begitu juga dengan kehidupan. Cubalah asalkan kita tahu batas kita.

Penyesalan itu memang kelat, dan palat. Tetapi, biarlah tersedar daripada terus terbiar.

Renungkan.

Wednesday, March 6, 2013

War With Love

Turn off your computer right now 
and go outside and do something 
to change the world. 
Have fun.


"Battle Scars"
(Guy Sebastian feat. Lupe Fiasco)

[Intro: Lupe Fiasco]
Hope the wound heals but it never does
That's cause you're at war with love
You're at war with love, yeah

[Hook: Guy Sebastian]
These battle scars don't look like they're fading
Don't look like they're ever going away
They ain't never gonna change
These battle...

[Verse 1: Lupe Fiasco]
Never let a wound ruin me
But I feel like ruin's wooing me
Arrow holes, they never close from Cupid on a shooting spree
Feeling stupid cause I know it ain't no you and me
But when you're trying to beat the odds up
Been trying to keep your nods up
And you know that you should know
And let her go
But the fear of the unknown
Holding another lover strong
Sends you back into the zone
With no Tom Hanks to bring you home
A lover not a fighter
On the front line with a poem
Trying to write yourself a rifle
Maybe sharpen up a stone
To fight the tanks and drones of you being alone

[Pre-hook: Guy Sebastian]
I wish I never looked, I wish I never touched
I wish that I could stop loving you so much
Cause I'm the only one that's trying to keep us together
When all of the signs say that I should forget her
I wish you weren't the best, the best I ever had
I wish that the good outweighed the bad
Cause it'll never be over, until you tell me it's over

[Hook: Guy Sebastian]
These battle scars, don't look like they're fading
Don't look like they're ever going away
They ain't never gonna change
These battle scars, don't look like they're fading
Don't look like they're ever going away
They ain't never gonna change
These battle...

[Verse 2: Lupe Fiasco]
(Then just leave)
You shouldn't have but you said it
(And I hope you never come back)
It shouldn't have happened but you let it
Now you're down on the ground screaming medic
The only thing that comes is the post-traumatic stresses
Shields, body armors and vests don't properly work
That's why you're in a locker full of hurt
The enemy within and all the fires from your friends
The best medicine is to probably just let it win

[Pre-hook: Guy Sebastian]
I wish I couldn't feel, I wish I couldn't love
I wish that I could stop cause it hurts so much
And I'm the only one that's trying to keep us together
When all of the signs say that I should forget her
I wish you weren't the best, the best I ever had
I wish that the good outweighed the bad
Cause it'll never be over, until you tell me it's over

[Hook: Guy Sebastian]
These battle scars, don't look like they're fading
Don't look like they're ever going away
They ain't never gonna change
These battle scars, don't look like they're fading
Don't look like they're ever going away
They ain't never gonna change
These battle...

[Bridge: Guy Sebastian & Lupe Fiasco]
Cause you've set me on fire
I've never felt so alive, yeah

Hoping wounds heal, but it never does
That's because you're at war with love

And I'm at the point of breaking
And it's impossible to shake it

See, you hoped the wound heals, but it never does
That's cause you're at war with love
Hope it heals, but it never does
That's cause you're at war with love!

[Hook: Guy Sebastian]
These battle scars, don't look like they're fading
Don't look like they're ever going away
They ain't never gonna change
These battle scars, don't look like they're fading
Don't look like they're ever going away
They ain't never gonna change
These battle scars, don't look like they're fading
Don't look like they're ever going away
They ain't never gonna change
These battle...

Thursday, December 13, 2012

#Eh!

Assalamualaikum dan salam sejahtera.
Sahaja aku hendak bercerita tentang kondisi aku pada masa kini. Ditambah pula dengan rata-rata manusia yang sedang kecoh dengan tarikh yang kononnya luar biasa sedangkan fakta ini boleh di tepis oleh pembangkang tegar dengan mudah di mana di dunia ini terdapat pelbagai kawasan dengan zon waktu berbeza, (ayat sebelum tanda koma merupakan suatu situasi) aku berminat untuk menulis sebuah post sekadar suka-suka untuk rakan-rakan pembaca yang aku suka. :)
Baiklah, aku sekarang sedang membaca dua buah buku di bawah buku bertemakan falsafah. Di mana, satu buku; falsafah yang sebenar, dan satu lagi; falsafah rekaan. Mengapa aku berkata sedemikian rupa? Hal ini kerana...
1. Buku berjudul "バカの壁" (Baka no Kabe) yang telah dialih bahasa menjadi Bahasa Inggeris berjudul "The Wall of Fools" merupakan suatu buku falsafah sebenar yang membincangkan tentang ideologi manusia yang pura-pura tahu sedangkan mereka tidak tahu. Ataupun ada juga sebahagian yang yakin bahawasanya mereka tahu sedangkan mereka tidak tahu. Aku berminat untuk berkongsi suatu ayat yang aku tidak pasti sumbernya dari mana, yang pasti bukan buku ini. (Ini juga merupakan suatu situasi yang disebut di dalam buku tersebut di mana aku yang dalam kondisi tidak tahu, malas untuk berusaha untuk mengetahui perkara yang aku tidak tahu) Ayat tersebut tidaklah semestinya sama, cuma intipatinya adalah seperti ini; "The more I know something, the more I know that I know nothing". Jika rajin, Google lah ayat ini, pasti ada ungkapan dan huraian yang lebih tepat untuk dijadikan rujukan. Jangan jadi bodoh, jangan membina tembok kebodohan.
2. Buku berjudul "The Bro Code" yang apabila dibaca sepintas lalu, jelas kelihatan ketidak seriusan dengan penggunaan perkataan "Bro" itu sendiri. Bagi sesiapa yang serasi dengan rancangan televisi Amerika "How I Met Your Mother", buku ini tidak asing lagi. Bagi yang pertama kali mendengarnya, buku ini merupakan satu buku falsafah berkaitan persahabatan antara lelaki yang bukan untuk diperlekehkan, tetapi untuk tidak dihiraukan. Nilai itu ada, kerana aku sendiri berpegang dengan prinsip aku di mana di dalam setiap repekan, pasti ada sekelumit fakta, cuma buku ini jangan lah dijadikan pedoman. Penulis buku ini merupakan salah satu daripada lima watak utama dalam rancangan tersebut. Maka dari itu, sedangkan penulis itu sendiri adalah watak rekaan, maka...
Oh ya, kini aku gemar menimbulkan suatu tanda tanya dan ketika sedang asyik membincangkan suatu topik, aku akan berhenti di tengah jalan. Ada juga kes seperti membaca buku dan berhenti ditengah jalan. Ada satu novel berjudul "House Rules" yang aku mulai baca sebelum aku melanjutkan pelajaran ke Jepun ini, sampai sekarang tidak habis lagi. Sama juga dengan Buku 1, masih setengah jalan. Buku 2, dalam proses menjadi setengah jalan. Nafsu aku untuk melakukan sesuatu biasanya membuak-buak tetapi tidak pernah tahan lama. Bak kata pepatah, hangat-hangat tahi ayam.
Jadi berbalik kepada cerita aku yang tadi, di mana aku sedang membaca dua buku dan sifat-sifat hangat tahi ayam aku, aku ingin simpulkan bahawa bagi aku tidak salah melakukan sesuatu separuh jalan kerana separuh jalan itu juga merupakan suatu kejayaan. Akan tetapi, adalah lebih baik jika dilakukan hingga ke penghujungnya. Alang-alang menyeluk pekasam, biar sampai ke pangkal lengan. Asalkan hasilnya tidak kosong mahupun negatif, lakukanlah. Ingat, biar setiap langkah itu bermakna, walaupun setengah langkah. Tapi...

Thursday, November 29, 2012

David Choi - Lucky Guy


Lucky Guy
It’s been so long since I’ve met someone
That makes me feel this way
Makes me smile, and that’s hard to do
I don’t think it’s something you realize you do

You make me feel
Like I’m the only guy
With you in the world

But we can’t be together
Can’t really be friends
We can’t be lovers
And we can’t pretend
Oh that boy in your life
Better make you his wife
And he better believe he’s a lucky guy

You wanted a song well here’s one for you
Nobody will know except for us two
Don’t ask me about it
Cuz I won’t tell the truth
Just know that there’s someone
Thinking of you

You make me feel
Something I wish wasn’t real at all

[Chorus]

You were never mine to begin with…

So we can’t be together
Can’t really be friends
We can’t be lovers
And we can’t pretend
Oh that boy in your life
Better make you his wife
And he better believe he’s a lucky guy

Tuesday, November 27, 2012

Move On

Assalamualaikum.
It's been a while. Well, I've also been busy lately. Got a new link for some jobs. So, finally I'm employed! :)
So, here I got something to share. It's just a thought triggered by a line in this short drama series by Wong Fu Productions which I can't remember the title, and currently the server on my phone is acting like a super duper asshole which doesn't have any shit to give, while my laptop is almost impossible to be use. Peace!
You can find them easily in YouTube actually. Just open the "wongfuproductions" profile and search for the short drama series, the one with six episodes. Or you can just watch the whole short drama series. Trust me, it worth it.
So, the line goes like this. "You can't linger in the past if you want to move forward". So, what came into my mind is that what if the past comes together with thing that is permanent. For example scar. Not the scar-in-my-heart thingy or what so ever. This is literally a scar produced by a wound from any accident related to the one in the past. So, how can you not linger with the past if the past always be with you?
And, coincidentally while going through the timeline on Twitter, I saw this. "Delete your message? Done. Delete your contact? Done. Delete you of my life? Sorry I can't promise. - Tumblr"
Well, for me there's no need to delete anything about your life. Either good or bad, just make it count. Take it as an experience that will make you a better and wiser person in the future. This is applicable to everything. Not only in your love life, but also in your studies and works. We won't learn until we make some mistakes.
P/s : after posting this post, I saw this on Instagram. "We met for a reason, either you're a blessing, or a lesson". What kind of coincidence is this!

Sunday, October 21, 2012

Last Wish

今まで生きていておめでとう。
今までそばにいてありがとう。

Wednesday, October 10, 2012

Ye dok?

Assalamualaikum. Sihat-sihat lah kalian hendaknya. :)
Jadi, ceritanya sekarang ini, aku sudah mula dengan kehidupan semester dua di Bumi Sakura ini. Enam bulan di sini, banyak sudah aku belajar dan masih banyak lagi yang perlu aku pelajari. Terutama dalam bagaimana untuk mengurus kewangan agar lebih teratur dan tidak menjadi miskin papa kedana setiap hujung bulan. Ye dok?
Perkara yang paling membuat aku teruja dalam semester dua ini adalah salji. Walaupun di Chiba ini, kadar salji nya hampir tiada, tetapi semoga tahun ini adalah turun sedikit. Walaupun aku mungkin akan membencinya di kemudian hari, tapi biarlah aku menyesal kerana aku telah merasa nya sendiri. Tak menarik lah kalau dengar orang cakap sahaja. Ye dok?
Oh, berbalik kepada cerita berkenaan bagaimana aku perlu lebih bijak menguruskan hal ehwal kewangan. Sebenarnya dalam sekitar tiga bulan lagi, aku merancang untuk pindah rumah. Jadi, aku perlu lah menyediakan sejumlah wang yang secukupnya dek kerana kos untuk menyewa rumah di Jepun ini sangat mahal terutama di kawasan bandar dan pinggir bandar seperti Chiba ini. Jadinya, nak joli? Jangan harap lah. Selain itu, aku juga ada berhutang dengan rakan-rakan. Sungguh tidak molek jika aku yang masih berhutang ini, dengan selamba berjoli sakan. Ye dok?
Aku sebenarnya tidak mahu bercerita apa-apa berkaitan akademik kerana keputusan untuk semester satu aku tidak lah begitu baik, akan tetapi, disebalik ke-tidak-berapa-baik-kan itu, aku sangat berpuas hati. Jadi biarlah keputusan itu seperti itu. InsyaAllah aku akan lebih berusaha untuk semester dua ini. Kalau tak berusaha, macam mana nak berjaya. Ye dok?
Mungkin anda semua tertanya-tanya, mengapa di setiap hujung perenggan di atas, pasti ada perkataan "Ye dok?". Bahasa apakah ini? Loghat apakah ini? Macam pelik sahaja walaupun selalu lah juga didengari. Ketahuilah bahawa aku pun tak tahu sebab apa. Jadi, bagaimana aku nak terangkan kalau aku sendiri tak tahu. Ye dok?
Sekian.

Thursday, September 27, 2012

Kawan-kawan

Bismillah.

Ketika mana aku sedang menaip ini, aku sedang dalam perjalanan pulang dari bandar Nagoya menuju ke metropolitan Tokyo. Perjalanan yang bermula pada jam 23.59 dan dijangka tiba di kota Shinjyuku pada jam 5.30.

Enam hari aku di Nagoya. Berbagai ceritera berbagai kisah. Berbagai ragam secara am nya. Mana tidak nya, tujuh jejaka 20 tahun berbagai latar belakang berkumpul bersama-sama menghabiskan masa-masa terakhir cuti musim panas ini bergabung menjadi satu.

Gurau senda hilai tawa gaduh sini sana, semua ada. Kenangan yang bakal diungkit di masa hadapan kelak. Semoga hal ini menjadi bahan tawa yang akan membuatkan kami bertambah mesra.

Kini, masing-masing berpecah kembali ke tempat belajar masing-masing dan bersedia untuk menempuh semester dua di negara Matahari terbit, Jepun ini. Semoga rakan-rakan akan sentiasa di berkati dan berada di bawah lindungan-Nya.

Dulu, ada rakan aku pesan :
Family comes first.
Everything for friends.
She's everything.

Pandai-pandai jaga diri rakan-rakan. Pastikan segalanya stabil disamping kerohanian dan akademik. Buat orang disekeliling kita bangga dengan kita.

Sekian sahaja, assalamualaikum.

Thursday, September 20, 2012

50


Ini Mama aku. Ketika hidup aku dalam kegelapan, Mama pasti ada untuk menerangi. Tak percaya? Tengok gambar di atas. Dalam kegelapan, Mama muncul berseri-seri. Tak gitu? :) 
Selamat Ulang Tahun yang ke-50 Mama. Semoga panjang umur murah rezeki sentiasa diberkati dan dilindungi Ilahi, semakin berseri-seri dari hari ke hari. Amin sayang Mama.

Tuesday, September 18, 2012

Rindu

Assalamualaikum.
Semalam, aku dan rakan-rakan sekolah aktif beramah mesra di laman sosial Facebook. Topik perbualan kami adalah mengenai sebuah gambar rakan yang dahulunya sering dibuli dan diperolok-olokkan. 
Ada suatu ketika dahulu, sekitar sebelum SPM. Beliau, atas tekanan yang melampau dimana aku yakin aku turut menyumbang dalam timbunan tekanan beliau itu, mencapai suatu tahap kronik menyebabkan beliau hilang sedikit kewarasan. 
***
Apa yang aku ingat, suatu malam ketika kelas persediaan malam, dia berlegar-legar di sekitar kawasan sekolah. Setibanya dia di pondok jaga, dia menyerang jaga-jaga yang sedang bertugas. Jaga tersebut akhirnya melaporkan kepada warden bertugas dan dia dibawa ke hospital untuk pemeriksaan lanjut.
Hasilnya, dia didapati menghidap gangguan mental yang menyebabkan dia terpaksa ditahan di wad. Menurut rakan-rakan, selain tekanan daripada rakan-rakan, dia juga menerima tekanan dari keluarga. Sebagai anak sulung yang akan/perlu membantu keluarga yang tidak mewah setelah dia berjaya kelak. Alhamdulillah, dia berjaya pulih sebelum tibanya SPM dan kini sedang dalam proses untuk menjadi pendidik anak bangsa. 
Ketika itu, aku sebagai seorang rakan/pembuli merasakan ada sedihnya. Ada rasa bersalahnya. Tetapi, ada juga rasa kelakarnya. 
Kini, setelah aku yang kononya telah mencapai usia dewasa, masih merasa bersalah, masih merasa kasihan. Tetapi, aku terkilan akan diri aku sendiri, kerana aku masih merasakan kelakarnya. Cuma bezanya kali ini, dalam merasa kelakar itu, aku rasakan tanggungjawab dimana jika dia tidak berjaya pulih, apakah yang akan terjadi kepada dirinya, keluarganya?
Persoalannya, mengapa dia? Jika aku? Bagaimana?
***
Maafkan aku rakan. Aku kini masih aku yang dulu. Suka bergurau suka mengacau. Cuma kalau dahulu, mungkin aku kasar atas dasar benci. Tapi ketahuilah kini, jika ada aku bergurau, aku berkasar, itu atas dasar rakan-rindu-rakan. 
Memang hakikatnya aku rindu semua rakan-rakan aku. Jaga diri dimana jua kau berada. Doaku, segala yang terbaik untukmu, rakan-rakan. Doakan aku juga. I love you Brothers. Fighters0509.

Thursday, August 30, 2012

Summer Holiday

#1 - Malam pertama di Hokkaido. Lari dari plan asal. Tetapi, setiap sesuatu yang berlaku pasti ada sebabnya bukan?
Jam kini menunjukkan pukul 1.09 pagi dan kami kini berehat di tepi pantai menyaksikan kebesaran Allah S.W.T. Dibawah langit yang terbentang luas menyaksikan bintang-bintang yang telah lama berkelipan sejak bertahun-tahun dahulu dan kini tiba lalu mempersonakan setiap mata yang memandang.
Kecantikan yang tidak boleh digambarkan dengan kata-kata. Oh, mungkin boleh sebenarnya. Cukup dengan satu kata. SubhanAllah! 

#2 - Perjalanan bermula sekitar 3.30 pagi setelah bangun dari tidur yang tidak sampai sejam dek kerana hujan turun membasahi kawasan berehat kami.
Perjalanan yang jauh menuju ke Hakodate dimulakan dengan sesi melihat matahari terbit, mandi pagi dikolam air panas, sarapan dan tidur di dalam kereta sebelum menjadi pemandu untuk terus tiba ke Hakodate.
Di Hakodate, makan tengahari, berjalan-jalan, daftar masuk rumah tumpangan dan tidur lagi sebelum meneruskan aktiviti utama di Hakodate ini iaitu panorama bandar cahaya dari puncak bukit Hakodate dan burger ikan paus.
Cakap sahaja tiada guna tanpa baban buktinya. Ye dak? Jadi ini lah bukti sebutir dua :)



#3 - Nak dijadikan cerita, dari Hakodate, bangun sedikit lambat dan menggelabah lah semua insan yang terlambat itu untuk mengejar masa yang ditetapkan sudah. Haa, kau ado ayat macam tadi? Ok, serious talk! Tak ada lah lambat mana dan tidak lah gelabah mana kami ini. Pergerakan seperti biasa dan sekitar 12.30 kami tiba di Niseko untuk melakukan aktiviti lasak berlevel 1, rafting. Di temani istruktor yang ramah, pengembaraan kami sangat menarik sekali. Gambar? Ada, cuma atas faktor keadaan semasa yang tidak mengizinkan, nanti lah akan diusahakan.
*setakat ini, ini sahaja yang mampu diusahakan. Nantikan yang selanjutnya.





Setelah penat beraktiviti lasak level 1, kami meneruskan perjalanan menuju ke Otaru untuk menikmati pemandangan indah waktu malam bandar tersebut. Dalam perjalanan ke situ, kami singgah ke sebuah kedai makan yang diusulkan oleh instruktor kami tadi dan hasilnya, kami tidak kecewa. Kerana apa? Kerana makanan nya yang sangat cukup rasa! Aku makan Unagi-don dan Yaki-ika atau dalam Bahasa Melayu nya adalah nasi belut dan sotong bakar.
Pengembaraan hari ketiga ini juga tak mahu kalah dengan hari-hari lain di mana sesi mencari tempat berehat/tidur sangat mencabar. Setelah berulang-alik kesana kemari, kami hanya mampu tidur di sekitar taman beralaskan sleeping bag. Walaubagaimanapun, agak selesa sebenarnya. Mungkin kerana kepenatan ditambah pula dengan keberadaan rakan-rakan yang kita suka disekeliling kita mungkin. Sekian. KO! 

#4 - Bangkit daripada tidur atas batu beralaskan sleeping bag dan ditemani ribuan nyamuk, kami meneruskan perjalanan ke ladang blueberry untuk memetik dan memakan buah blueberry yang terbaik dari ladang. Blueberry dah jadi nasi dek kelaparan yang membutakan mata.
Setelah itu kami bersiap sedia untuk mandi kolam air panas dimana merupakan tempat yang menggerunkan bagi sesiapa yang tidak biasa dengan budaya Jepun. Damn!! Setelah itu makan dan perjalanan diteruskan ke Asahikawa untuk berkhemah. Susah payah mendirikan khemah terasa berbaloi kerana tidur yang nyenyak di malam harinya sangat menenangkan jiwa. Tidak lupa juga sesi teka-teki sebelum tidur yang sangat mengujakan. Sekian :) 

#5 - Ekspidisi Hokkaido kami diteruskan ke destinasi seterusnya, Asahiyama Zoo di wilayah Asahikawa. Puas lah kami bergodek-godek dengan haiwan liar yang berbagai jenisnya dari pagi sehingga ke tengahari. Melihat gelagat haiwan yang terlatih dan hanga mampu melakukan apa yang dilatih sedijit mengecewakan tetapi memahami situasi kami di Jepun ini, maka faham-faham sahaja lah.
Seterusnya kami menyambung perjalanan ke Kitami untuk bermalam di rumah rakan dan untuk ke Shiretoko pula selepas itu. Shiretoko terkenal dengan khazanahnya yang bertaraf dunia. Sebelum tiba ke Kitami, kami memutuskan untuk mandi air terjun kerana sebahagian dari kami masih tidak mandi pagi. Jadi kami singgah ke Air Terjun Yamabiko. Di sana, air yang dingin ibarat air sejuk baru dikeluarkan dari peti sejuk mampu membekukan otak anda. Jadi berjaga-jaga lah jika mahu bertapa di bawah air terjun itu. Kawasan air terjun ini sangat kecil tetapi lumayan lah jika anda mahukan tempat untuk berehat sekadar untuk melepaskan penat dan berendam dalam air semulajadi.

#6 - Seterusnya kami bergerak ke suatu tempat dimana kami boleh merasakan bagaimana rasanya berada di musim sejuk. Nama tempat tak ingat. Selesai bersejukan, kami bergerak ke Shiretoko di mana terdapatnya lima buah tasik kecil di suatu kawasan pergunungan. Pemandangan yang sangat cantik dan harus di lihat dengan mata kasar. Apa yang aku dapat dengan lensa kamera ini mungkin tidak seberapa, tapi rasanya cukup untuk memberi gambaran kepada anda bagaimana cantiknya tempat ini.
Dan pengembaraan yang tidak pernah aku lakukan sebelum ini pun bermula. Perjalanan pulang ke Muroran sejauh 500km menaiki kereta untuk satu malam. Malangnya, rekod itu tidak berjaya dilakukan dek ketiadaan minyak setelah berjalan sekitar 350km. Pam minyak disini hanya beroperasi dari 8.00 pagi sehingga sekitar 8.00 malam. Jadi, kami terpaksa berhenti, menunggu keesokan pagi untuk mengisi minya. Hampa.

#7 - Hari terakhir, kami menghabiskan masa bersama-sama di tepi pantai ber-bbq bersama-sama sambil melakukan aktiviti-aktiviti aneh. Sangat menarik! Usia 20 tahun tidak menghalang kami untuk menjadi kanak-kanak semula. Pepatah Inggeris ada mengatakan, "We don't stop playing because we grow old; we grow old because we stop playing." Malam harinya, kami makan bersama-sama dan bermain bunga api. Maka berakhirlah ercutian musim panas kali pertama kami di Bumi Sakura.

Sepanjang perjalanan, kami berteka-teki beramah-mesra dan bersuka-ria. Hal ini lah yang membantu menyeronokkan lagi pengembaraan kami ini. Tempat-tempat ini masih boleh dilawati bila-bila masa jika ada kesempatan. Tetapi, moment-moment ini pasti tidak akan sama walaupun cuba diulangi beberapa kali. Orang-orang ini, hilai-tawa mereka, sangat berharga. Terima kasih rakan-rakan. :)

(not in the picture : Ismah Imani Ahamad)

Wednesday, August 22, 2012

Teruja

Assalamualaikum.
Hari ini tanggal 22 Ogos 2012. Aku dan rakan-rakan bakal memulakan pengembaraan kami ke Utara Jepun, Hokkaido. Cuti Musim Panas yang telah lama kami rancang. InsyaAllah akan bertolak dari rumah sekitar jam 7.30 pagi dan akan berlanjutan sehingga 29 Ogos 2012. Semoga segalanya berjalan lancar. Doakan kami selamat pergi dan pulang. :)

Thursday, August 16, 2012

Rakan-rakan yang aku suka

Dua tiga kucing berlari, meh dengar Al Amin nak bercerita ni.
Dua tiga empat hari ini, aku dikelilingi rakan-rakan yang aku suka. Bukan bermaksud aku mempunyai perasaan luar biasa terhadap mereka semua. Maksud aku di sini adalah, mereka ini merupakan rakan-rakan yang memeriahkan kehidupan aku di Bumi Allah ini. Setelah sekian lama tidak bersua, maka berbagai lah cerita yang perlu dikongsi termasuklah mengungkit cerita lama yang tak kering gusi untuk diulang lagi dan lagi.
Walaupun dalam keadaan papa kedana di mana aku masih belum menerima elaun sara hidup untuk bulan lapan, hal ini tidak menjadi masalah kerana rakan-rakan ini juga yang hadir sebagai hero, wira penyelamat dengan menghulur bantuan sedaya mereka. Aku ini suka berkawan. Tambahan lagi apabila dikelilingi dengan rakan-rakan seperjuangan yang sanggup bersusah bersama, makin suka lah aku berkawan. Hari mendatang ini akan ada lagi rakan yang akan datang dan semoga kehadiran mereka ini semakin memeriahkan hidup aku.
Dalam beberapa hari lagi aku bersama rakan-rakan yang aku suka akan memulakan trip musim panas kami ke utara Jepun, Hokkaido. Kami akan menghabiskan masa lapan hari disana untuk menjelajah pulau Hokkaido semampu daya. Semoga perjalan yang dirancang sepenuhnya oleh kami ini menarik dan menjadi kenangan yang tidak boleh dilupakan. Jika dilihat pada peta dibawah, kami hanya akan berjalan sekitar bahagian kiri pulau Hokkaido ini iaitu Chitose, Tomakomai, Muroran, Hakodate, Otaru, Asahikawa, Furano, Obihiro dan lain-lan. Aku sangat tidak sabar nya pun! 
Maka, telah tiba masanya baju yang aku cuci selesai dan aku sudah boleh berhenti menaip rasanya. Jadi, aku akhiri post ini dengan serangkap pantun dua kerat.
Kawan Kumar nama Pillai. Babai, ba ba babai.

Masalah Al Amin

Aku sudah lama ingin membuat post khas ini untuk menyuarakan pendapat aku yang pada aku itulah salah satu fungsi blog, di mana aku berhak meluahkan perasaan aku selagi aku tidak mengganggu hak asasi orang lain.
Jadi di sini aku ingin mengetengahkan beberapa masalah rakyat Malaysia yang aku jarang lihat ada dalam masyarakat Jepun. Mungkin masalah ini juga terdapat di negara-negara lain, cuma dari sudut pandangan tirus aku yang tidak berjalan jauh (yang hanya pernah ke Malaysia dan Jepun) ini, aku hanya nampak masalah itu ketara di Malaysia. Salah satu daripadanya ialah dari sudut pemakaian. Rakyat Malaysia sangat terikat dengan rasa hati mereka di mana jika terlintas di hati mereka bahawa cara pemakaian itu buruk baginya, maka sesiapa yang berpakaian sedemikian perlu dikecam. Hal ini juga boleh kelihatan dari aspek jenama pakaian terutamanya. Sebagai contoh, jika seseorang itu memakai kasut sukan Nike, Adidas, New Balance dan lain-lain jenama terkemuka, dia akan dipandang hebat manakala mereka yang memakai kasut sukan Nikki, Adilas, N sport pula akan di pandang sedikit serong.
Selain itu juga, jika seseorang yang rupa paras fizikalnya tidak sesuai untuk memakai beg tangan Gucci, Chanel, Charles & Keith dan lain-lain jenama ternama, beg tangan itu pasti dianggap palsu. Salahkah mereka jika itu palsu? Jika mereka berlagak dengan megahnya, maka aku setuju mereka salah. Tetapi, jika mereka hanya lalu dihadapan kita dan kita menghukum mereka sedemikian rupa, adakah itu wajar? Masalah "double standard" sebenarnya yang aku cuba utarakan. Apa yang aku dapat fikirkan adalah hal ini terjadi kerana mentaliti kita yang merasakan diri itu cukup hebat untuk menghukum orang lain. Sedangkan, di negara maju seperti Jepun ini, tiada siapa yang mengambil peduli akan jenama apa yang kau pakai atau pun barang yang kau pakai itu adalah palsu atau tidak. Kerana mereka menghormati hak orang lain dan mereka percaya bahawa semua orang layak di layan sebaik mungkin. 
Entah mengapa aku menaip post sebegini, aku pun tidak pasti. Tetapi, moga-moga bermanfaat kepada pembaca. Maafkan aku jika aku salah, mungkin ada yang tidak merasa seperti apa yang aku rasa, tetapi ketahuilah bahawa hal ini wujud dalam masyarakat kita. Sekurang-kurangnya sekitar remaja-remaja bandar di tempat aku tinggal dan aku tidak mengecualikan diri aku juga.

Saturday, August 4, 2012

Mt. Fuji

*Amaran keras! Cerita ini hanyalah berkaitan pendakian gunung semata-mata. Tiada kena mengena dengan kisah hidup sesiapa (kononnya).

Sunrise view from Mt. Fuji
Assalamualaikum pembuka bicara, kepada pembaca hok comei-comei belaka. Ini cerita bukan sebarang cerita, cerita lagenda dari Bumi Sakura.
Lagenda tak legenda, sini gua nak cerita. Bagaimana kisah hidup Leman Tonggek (Man) mendaki Gunung Fuji. Hendak di jadikan cerita, Man tiba-tiba diajak oleh rakannya, Roy (seorang pelupa) untuk melakukan aktiviti luar biasa iaitu mendaki Gunung Fuji. Dengan selamba, dia on dengan harapan bahawa segalanya berjalan lancar di mana Roy akan menguruskan segalanya kerana Roy yang mengajaknya. Tanpa diketahuinya, pengembaraan Man telah pun bermula sebelum dia sempat bergerak keluar dari rumahnya. Tiket bas untuk ke Gunung Fuji telah habis, kerana Roy lupa untuk memeriksa availability tiket 
Reaksi Man : Apa, HABIS!?
(mata bulat, mulut ternganga, tangan digenggam erat)
Sesuatu saat dan ketika itu hanya datang sekali. Walaupun ada kemungkinan untuk dia mendaki Gunung Fuji lagi, tetapi tidak akan sama yang akan datang dengan yang kali ini. Jadi, Man terpaksalah dalam kelam-kabutnya mencari inisiatif agar sampai juga dia ke Gunung Fuji. Dengan bantuan rakannya, Man berjaya sampai ke Gunung Fuji iaitu dengan menaiki keretapi dan bas lompat-lompat  sedangkan rakan lainnya menaiki satu keretapi dan satu bas dengan kos yang lebih murah. Namun, berkat keazaman yang membara dijiwa, dia berjaya. 
Cerita ini menjadi semakin menarik apabila kisah ini berlaku dalam bulan Ramadhan dimana Man dan Roy wajib berpuasa sebagai Muslimin untuk menyempurnakan ibadah mereka kepada Allah SWT. Mereka akan memulakan pendakian pada waktu malam dan turun pada keesokan harinya. Jadi, pada mereka, semasa mendaki tiada langsung kaitan dengan puasa. Cuma ketika turun esoklah terdapat sedikit kesulitan. Akan tetapi, memikirkan "sedangkan zaman Nabi, umat Islam berperang ketika berpuasa", mereka dengan selamba meneruskan aktiviti mendaki. Di tambah pula keangkuhan mereka yang kononnya "mountain climbing bulan biasa is too mainstream" - (ni sekadar jenaka).
Dek kerana berpuasa, kali terakhir Man makan adalah sekitar jam 3 pagi dan kerana perjalanan Man menuju ke Gunung Fuji agak sukar, Man hanya berbuka dengan sepaket energy jelly. Setibanya dia di Gunung Fuji, rakan-rakan lain sudah menanti dan mereka bakal memulakan pendakian mereka dengan harapan tiba di puncak sebelum Matahari terbit. Man sedikit lega kerana Roy telah menyediakan makanan berat untuk dibawa ke atas sebagai persediaan untuk sahur. Jadi, puasa esok tiada masalah. 
Permulaan mendaki, seperti biasa, harapan palsu dimana jalan yang sangat mudah. Seketika setelah itu, pendakian sebenar bermula. Semasa mendaki, kerana kelaparan, Man hanya mampu mengunyah Snickers dan energy jelly sebagai sumber tenaga untuk dia tiba di puncak. Ketika itu jugalah, secara tiba-tiba Roy mengeluh kekecewaan secara tiba-tiba. Cuba teka mengapa? Pastilah kerana ada sesuatu yang dia terlupa. Kali ini, dia terlupa bekal yang kononnya telah disediakan tadi. Tapi, apakan daya, perjalan mesti diteruskan. Di atas sana terdapat banyak kedai (udon) dimana mereka boleh makan sahur. Keadaan semakin parah apabila traffic di atas sana sesak. Orang terlalu ramai sehinggakan mereka perlu beratur ketika mendaki. Ditambah dengan cuaca yang sejuk menusuk kalbu, hal ini membuatkan Man mengantuk dan kadang-kadang tetrhuyung-hayang berseorangan. Kalau dia jatuh, pasti epic. Jadi, setelah 7 jam itu ini masalah mereka selesaikan, mereka tiba di puncak tepat pada masanya iaitu sebelum Matahari terbit. Subhanallah, memang cantik pemandangan di atas sana. bergambar lah mereka keriangan, dan tidak lupa juga, mereka mencuri kesempatan untuk tidur di atas puncak Gunung Fuji. Kau ado?

 (gambar sekadar hiasan)

Setelah mereka bersuka ria, cabaran seterusnya tiba! Turun bukit! Tetapi, cerun yang curam tidak lah menjadi masalah kepada mereka kerana mereka ini sangat aktif riang gembira. Jadi, mereka menuruni curam itu dengan jayanya sambil berlumba-lumba, potong-memotong kebahagiaan. Namun begitu, kebahgiaan selalunya tak kekal lama, untuk menghabiskan proses penurunan mereka itu, terdapat jalan yang sangat jauh yang mereka terlupa dek seronok bermain tadi. Jalan yang mereka remehkan ketika baru tiba, jalan lurus panjang yang panas. Inilah hakikatnya, cerun yang curam, celah gigi. Jalan rata yang panjang, boleh mati!! (kerana mereka telah kehabisan tenaga mungkin). Di situ lah baru mereka tahu langit tinggi atau rendah. Satu demi satu makcik-makcik Jepun memintas mereka dan hal ini membuatkan mereka terasa sangat lemah ataupun lebih sesuai dikatakan, loser. Merangkak selangkah demi selangkah, mereka tiba juga dengan tempoh masa yang agak lama dari yang sepatutnya. Tempoh masa itu, biarlah rahsia. :D Setibanya dirumah, masing-masing pengsan kepenatan, tetapi walaubagaimanupun, seperti biasa, "susah senang lain cerita, pengalaman yang berharga".
Sedikit nasihat kepada yang hendak mendaki, pastikan fitness cukup. Pakaian pastikan sesuai. Trust me, anda tidak mahu menyesal.
Sekian, terima kasih.

"Saya sudah, anda bila lagi?" - Leman Tonggek

Friday, August 3, 2012

Jegejengjengjeng

Untuk kesekian kalinya aku tidur dalam lingkungan jam lima pagi. Untuk pengetahuan anda, Subuh di sini adalah jam tiga. Jadi, jam lima itu sudah terang benderang gilang gemilang seperti jam lapan di Malaysia. Namun yang demikian, alasan untuk aku tidur lambat sebelum ini adalah kerana aku ingin mengulang kaji pelajaran untuk peperiksaan pada pagi itu. Tetapi, kali ini, tidak sama sekali. Aku baru sahaja selesai membuat persiapan untuk mendaki Gunung Fuji malam ini. Rancangan yang tiba-tiba muncul sekitar jam dua pagi tadi sungguh mengujakan sehingga aku sukar untuk tidur - alasan. Hakikat sebenarnya, aku tidak boleh tidur kerana semalam aku telah tidur seharian dari pagi sampai petang. 
Baiklah, kembali kepada cerita Gunung Fuji. Rancangan yang tiba-tiba muncul itu adalah fakta. Bukan secara tiba-tiba muncul sebenarnya. Rancangan itu telah dirancang baik oleh orang-orang mantap sekalian, cuma berkaitan aku yang turut serta dalam plan itu adalah secara tiba-tiba. Memandangkan aku mengusulkan kepada senior aku bahawa kedukacitaan aku yang tidak diajak untuk turut serta, dia secara tiba-tiba menawarkan aku untuk turut serta dek kerana terdapat seseorang yang menarik diri di saat akhir kerana sibuk dek peperiksaan akhir semester. Aku yang baru sahaja selesai menduduki peperiksaan akhir semester dua hari lepas, tanpa segan silu dan dengan keazaman yang menggunung, aku turut serta dalam rancangan itu. 
Di sini apa yang aku cuba sampaikan disamping penceritaan buta tuli aku adalah perancangan di akhir waktu (last minute planning) walaupun tidak digalakkan, tetapi selalunya menarik. Semalam, aku buntu untuk menghabiskan waktu cuti musim panas aku sementara menunggu selepas raya di mana aku akan ke Hokkaido. (Jeng jeng jeng!!) Hari ini, aku sudah perlu bersiap sedia untuk pergi mendaki Gunung Fuji. Tidakkah itu menarik? Oh, terdapat suatu kekangan! Duit, sen, pitih, KOSONG!! Tidaklah kosong seperti betul-betul kosong. Cuma "kosong" yang hampir kosong. Faham-fahamkan lah. Tetapi, dek kemuliaan hati senior aku untuk memberi pinjam wangnya, maka masalah selesai. Jadi, apa yang aku perlu lakukan sekarang adalah tidur.
Sekian, terima kasih.
Now listening : Missing Piece by David Choi

Sunday, July 15, 2012

Air Terjun

gambar sekadar hiasan
Kehidupan di Chiba Jepun ini semakin lama semakin menarik nampaknya. Betul lah kata orang-orang lama. Tak kenal maka tak cinta dan jauh perjalanan luas pemandangan. Semalam, aku dan keluarga Chiba berkunjung ke Air Terjun Awamata dan di situ, berjimba lah kami sehabis daya. Keseronokannya sukar untuk digambarkan dengan kata-kata. Cuma ketahuilah bahawa, sebaik mana kehidupan anda di bandar, pulang ke alam semula jadi adalah berpuluh kali ganda lebih baik dari itu. Apa yang menarik minat aku adalah seorang adik comel yang takut untuk berendam di dalam air setibanya kami di tapak air terjun itu. Hal ini membuatkan aku terfikir kembali akan diriku yang dahulunya juga seorang penakut sampaikan untuk memijak tanah pun aku takut (ini adalah menurut cerita ibuku). Mungkin itulah lumrah seorang kanak-kanak. Takut pada mulanya, tapi setelah membiasakan diri dengan suasana, bermainlah ia tanpa henti sehingga kalah sekalian dewasa.

Yang menariknya lagi adalah apabila si dewasa yang setelah lebih 20 tahun bersemuka dengan air dan mungkin telah beberapa kali bermandi di laut mahupun sungai dan juga kolam renang, masih lagi takut untuk cuba berenang di air dalam. Tetapi, kami berjaya memaksa beliau menumpaskan perasaan takutnya dan dia berjaya menyeberangi sungai yang dalam dan tiba ke kawasan air terjun dengan jayanya (walaupun dengan bantuan pelampung). Apa yang aku cuba sampaikan disini adalah walau selemah mana pun kita, jangan biarkan kelemahan itu menenggelamkan kehidupan kita dengan menjadi penghalang untuk kita melakukan sesuatu perkara. Jika si polan tadi tidak memaksa dirinya menyeberangi sungai yang dalam itu, dia tidak akan tiba di kawasan air terjun dan dia tidak akan bisa menikmati keindahan ciptaan yang maha esa setelah mendaki curam air terjun itu. Kami yang memulakan perjalanan dari bawah, mendaki curam air terjun, mendaki lagi dan lagi sehingga ke atas, sangat teruja dengan keindahan alam dan keseronokan bergelungsur dibawa arus deras turun ke bawah sungai. Pengalaman yang sangat menarik dan tidak bisa dilupakan. Walaupun segala otot-otot kepedihan, luka-luka di tangan dek bercium dengan batu-batan, seluar yang rabak dek bergelongsor macam setan, yang penting adalah pengalaman!

Sunday, July 1, 2012

iF U C Kate

Manusia, pandai berpura-pura. Hebat mengalih cerita, untuk menutup pekong yang terbuka di dada. Berani buat, berani lah tanggung padahnya. Jangan jadi burung unta yang hanya tahu menyembunyikan kepala, jadilah seorang yang berani gagah perkasa. Jangan mudah selesa selepas kau berpura-pura dan kononnya telah berjaya. Kerana mungkin juga kau terpedaya dek penipu yang lebih gah gayanya. Ingat, gerak gerimu pasti ada yang bisa membaca. Kerana kau juga manusia.

(lepas ni mesti ada yang terasa, kemudian membuat tindakan yang biasa seperti mempertahankan diri dengan membuat statement tegar yang kononnya tidak ditujukan kepada sesiapa. Itulah dunia maya, dunia IT. Boleh melukakan, walau tidak bersentuhan. Tapi malangnya, aku sudah buat dahulu.) Eh?!

Tuesday, June 19, 2012

Terkesan

Aku ini mudah terkesan. Mudah terkesan dengan filem. Filem-filem yang mungkin pada seseorang entah apa-apa, entah mana-mana, entah bila-bila, tetapi entah bagaimana, aku terkesan menontonnya.

Aku juga mudah terkesan dengan kata-kata. Maksudku, bukan aku mudah terasa, cuma setiap kata-kata pasti akan berlegar-legar di ruang minda, dan pasti aku akan cari keunikan dalam setiap ucapan walaupun sekadar rapikan Pak Leman.

Alangkah indah jika semua kita bisa sesuara sehati sejiwa, rapikan Pak Leman pasti bukan sekadar rapikan orang tua nyanyok, rapikan itu pasti sama dengan ucapan Menteri Pertahanan, dan juga utusan Sultan.

Namun begitu, manusia tetap manusia bukan? Manusia hanya mahu melihat apa yang mahu dilihat, mahu mendengar apa yang mahu didengar dan mahu berkata apa yang mahu dikata serta mahu berfikir apa yang mahu difikir. Tidak lupa juga mahu menghidu, menyentuh apa yang mereka suka.

Tetapi, mungkin, ada pengecualian terhadap rasa. Jika sahaja manusia bisa merasa apa yang mahu dirasa.


.....

Kesimpulan/Persoalan : Kecualikan natijah, manusia boleh melakukan semua ikut suka. Cuma, manusia tidak boleh tidak merasa apa yang mereka tidak mahu rasa. Bukan?
*Terkesan oleh post milik Fynn Jamal.

Monday, June 18, 2012

happYness

Just finished watching The Pursuit of Happyness (2006). There's a typo where "happyness" is spell with a 'y' not with an 'i'. Maybe, it shows that happiness are not as easy as it looks. Even in a simple thing such as spelling the word "happiness" it self. When you have something to fight for, you have no reason to give up.

Friday, June 1, 2012

B.H.D

Ketika aku membelek-belek akaun laman web sosial, Tumblr milikku, aku terjumpa suatu post yang pernah aku tulis suatu ketika dulu. Saja mahu berkongsi. Ok babai. :) “Dont ever stop trying. If its meant to be, it will be. If its dont, no regret is needed. Its a process of learning and you’ll get better for sure. Believe in hope and destiny. Its, Believe.Hope.Destiny"

Wednesday, May 30, 2012

Percubaan Pertama


Pertama sekali, ketahuilah bahawa ini bukan percubaan pertama. Hahaha. Penat aku berpeluh untuk menjadikan yang satu ini. Itu pun tak tinggi mana. Ollie sambil bergerak masih dalam latihan. Untuk ketika ini, hanya ini yang mampu. Maklumlah, Beginner. Moga-moga, hari-hari mendatang akan lebih baik dari ini. Assalamualaikum :)

Adab sesama manusia

  1. Pertama sekali, aku ingin menekankan bahawa aku tidak sempurna.
  2. Aku tidak kata aku tidak pernah mencaci manusia.
  3. Malah aku pernah mencaci dengan keji sehinggakan jika aku fikir kembali, mungkin kedudukan aku lebih rendah dari babi.
  4. Lama-kelamaan aku sedar, manusia juga mempunyai rasa dan ketahuilah bahawa engkau yang kacak gayanya yang sibuk mencaci maki itu mungkin akan hilang segalanya dalam sekelip mata.
  5. Aku terbaca suatu tweet rakan di laman sosial twitter yang sesuai untuk direnungkan yang berbunyi,
"The manner you deal with people is the same
manner Allah will deal with you in dunya and hereafter" 

Tuesday, May 29, 2012

Kembali

Kebelakangan ini aku kurang kental
Dahulu, pernah juga tidak kental
Cuma kali ini sedikit berbeza
Kecewa, terasa ekstra

Mungkin sudah tiba masanya
Bahagian roda yang selesa di atas
Enak dibuai angan Mat Jenin
Berputar kebawah, kembali memijak tanah

Kembali

Monday, May 28, 2012

Renung-renungkan-renungan

gambar sekadar hiasan
Aku baru selesai menghantar Maklumat Peribadi dan juga Mesej kepada para Junior berkenaan dengan hidup aku di Chiba, Jepun ini. Aku bukan sengaja terhegeh-hegeh menghantar dua perkara itu, cuma atas permintaan sensei dan juga hal ini telah menjadi tradisi. Jadi, aku perlu buat. 
Ketika hendak menulis sedikit kata-kata kepada sensei aku teringat akan suatu persoalan yang aku dengar semasa aku masih di bangku sekolah dahulu dan persoalan itu adalah daripada seorang penceramah motivasi di sekolah dahulu. Aku pernah mengupas sedikit isu ini di dalam blog. Jika rajin, carilah. Sekadar untuk renungan. Agar kita tidak alpa dek kesenangan yang membutakan jiwa.

"who's packing your parachute??"

Wednesday, May 23, 2012

(劉 先生) Ryuu Sensei

Detik ketika aku sedang menaip ini, kelas Fizik (Works and Kinetic Energy) sedang berjalan. Aku bukan skip kelas, aku ada di dalam kelas. Malahan barisan ketiga dari hadapan di mana tempat duduk ini aku rasa paling strategik kerana pensyarah mengajar menggunakan slide dan papan hitam. Tapi malangnya, aku masih tidak mampu memahami apa yang diajar oleh beliau. Secara lebih jelas lagi, berani aku katakan bahawa aku tidak faham langsung. Secara teknikalnya apa yang ditulis, apa yang dikira, aku faham. Cuma untuk apa gunanya? Bila gunanya? Bagaimana gunanya? Itulah persoalan yang berlegar dimindaku. Jika berterusan begini, bagaimana mampu aku hendak pulang dengan segulung ijazah?
Mungkin ada yang akan mengkritik, dengan kelakuan aku ini, bagaimana hendak faham. Tidak dengar apa pensyarah terangkan. Tidak salin nota. Buat perkara lain. Tidak fokus! Tetapi, ketahuilah bahawa aku telah cuba segalanya. Aku pernah fokus, aku pernah salin nota, aku pernah dengar apa yang pensyarah terang di hadapan. Cuma, aku masih tidak mampu menyelesaikan persoalan yang aku sebutkan tadi.
Pernah aku terfikir bahawa mungkin aku memang tidak sesuai dengan bidang kejuruteraan atau lebih tepat aku katakan aku tidak sesuai dengan subjek Fizik. Masalah bahasa? Mungkin, tetapi pada aku itu bukan masalah utama. Subjek lain seperti Matematik, aku bukanlah sempurna, sekurang-kurangnya aku faham dan mampu menyelesaikan masalah kira-kira itu sendiri. Tetapi dalan konteks soalan Fizik, aku lemah tak berdaya. Mungkin salah pensyarah ini, cara beliau mengajar? Di sebelah kiri aku, rajin dia belajar sendiri. Di sebelah kanan, gigih dia menahan mengantuk sampai tersengguk-sengguk. Belakang dia, kepala atas meja. Berbagai-bagai lagi ragam di dalam kelas ini. Mungkin salah pensyarah, bukan?
Aku menaip ini menerusi telefon selular milikku cuba untuk membunuh masa yang rasanya seakan siput yang berjalan di atas treadmill. Tetapi jika bermain, satu jam setengah ini seperti Usain Bolt berlari di atas walkalator. Benar orang kata seminit itu panjang pendek nya bergantung kepada situasi semasa. Maka, cukuplah sampai di sini untuk catatan kali ini. Ada lebih kurang lima belas minit sebelum rehat tengahari. Aku perlu bersiap sedia untuk pulang. Assalamualaikum.

Tuesday, May 15, 2012

Heran Aneh Pelik

gambar sekadar hiasan
Lucu melihat situasi di Jepun kini. Maksud aku, dalam lingkungan keberadaan aku di Chiba ini. Aku aneh melihat dalam kalangan rakyat Jepun yang satu bangsa, satu negara dan barangkali satu agama ini, masih ada insan yang tidak berteman atau lebih molek dikatakan tidak berkawan. Walhal, aku selaku orang asing ini pun boleh diterima dalam segelintir kumpulan kecil walaupun tidak ramai.
Sudah menjadi lumrah hidup jika orang asing di pinggirkan, tetapi bagaimana dengan nasib warga Jepun yang dipinggirkan itu? Baiklah, cukup sekadar disitu dan persoalan ini aku ingin timbulkan dalam kehidupan masyarakat Malaysia di sini pula.
Ada dikalangan kami yang menjadi topik hangat perbualan kosong yang kononnya sambil berbual sambil mengeratkan hubungan silaturrahim. Mengatakan tentang "si dia". Baiklah, itu dari aspek mengumpat, biarkanlah manusia dengan kealpaannya. Yang aku herannya adalah apabila sambil berkumpul dengan keberadaan "si dia" golongan yang besar ini hanya bergelak ketawa sesama sendiri, tetapi membisu dan langsung tidak menyapa apabila dengan "si dia". Mungkin ada kisah dibelakang cerita yang aku kurang tahu tetapi jika perkara itu melibatkan satu individu dengan "di dia", biarkanlah mereka jika tidak mahu membaikkan hubungan mereka. Janganlah menghasut orang lain untuk membenci "si dia".
Aku sebagai orang baru yang kurang faham hanya memerhati dan alhamdulillah aku cuba untuk menjaga hubungan dengan semua orang walaupun kini ada bibit-bibit dimana ada seseorang itu gayanya seperti tidak menyukai kewujudan aku. Aku ada cuba menegurnya beramah mesra. Tetapi apakan daya, payah untuk puaskan hati semua orang.
Berbalik kepada cerita "si dia" yang dipulaukan. Mungkin dia ada usaha untuk berbaik dengan semua orang tetapi caranya tidak kena, ataupun dia sememangnya tidak menegur orang dan suka menyendiri, itu aku kurang pasti. Tetapi, pada pendapat aku yang masih mentah dalam kehidupan ini, tak salah jika golongan yang besar itu yang mendekati orang-orang yang aneh ini kerana "si dia" itu kan aneh, pasti sukar untuknya masuk ke dalam kumpulan besar dan jika kumpulan besar itu menerima "si dia", pasti "si dia" berpotensi untuk berubah dan menyesuaikan diri dengan kumpulan yang besar itu tadi.
Sekian sahaja, agak berjela untuk bercerita satu kisah yang mudah, tetapi ketahuilah bahawa kisah mudah ini amat sukar untuk diselesaikan. Kerana ini soal hati manusia, bukan soalan kira-kira. Sedangkan Logaritma pun tidak terjawab, inikan pula soalan hati hendak diungkap.

Monday, May 7, 2012

Damai

Malam ini luar biasa.
Sunyi, sepi tanpa sebarang bunyi.
Kosong yang mendamaikan.
Memberi inspirasi.

Tolong perangkap masa ini.

Monday, April 30, 2012

Self Contemplation


Angin kencang menggegar bumi Sakura
Pepohonan asyik melambai-lambai
Tanda pasrah atau bahagia?
Atau duka lara kecewa?

Dedaunan mulai jatuh ke bumi
Kembali pulang ke tanah asli
Satu kitaran yang pasti
Yang juga bakal kita lalui

Tuesday, April 17, 2012

Crop Circle

Bismillah. Ini post pertama di Jepun. Alhamdulillah segalanya berjalan lancar di sini. Berani aku katakan, buat masa ini aku seronok tinggal di sini. Tidak lah terasa dipulau kan sangat walaupun kadang-kadang ada juga "crop circle" yang terbina. Aku masih cuba membiasakan diri dan kebanyakannya telah biasa. Haa, fahamkanlah sendiri. Rakan-rakan pun telah semakin ramai. Baik rakyat Malaysia mahupun yang berkewarganegaraan Jepun sendiri.
Pada hujung minggu yang lalu aku telah cuba untuk mengaktifkan diri dalam komuniti pelajar Malaysia di Jepun dan kesannya aku terlibat degan satu pertubuhan yang hampir terkubur dan bakal dihidupkan kembali. InsyaAllah akan diusahakn sebaik mungkin. Walaupun timbul perasaan khuatir, tetapi aku akan usahakan. Aku bukan lah manusia genius yang pandai tak tentu pasal dan masih boleh aktif dalam persatuan bagai-bagai. Tetapi aku akan usahakan. Kalau dah tak mampu, aku akan let go.
Oh, petang tadi merupakan kali kedua aku belajar bermain skateboard. Apa yang aku maksudkan dengan "belajar" adalah cuba bermain dengan sebaik mungkin. Untuk makluman, aku memang tak berbakat dan baru nak berjinak-jinak. Sedang terkapai-kapai berseorangan, datang seorang rakyat Jepun menyapa dan memulakan perbualan. Rupanya, dia pandai main dan aku telah menggunakan dia untuk mengajar aku basic untuk bermain skateboard. Alhamdulillah apa yang dia ajar membuahkan hasil dan aku semakin maju atau lebih selesa disebut "sangat maju" berbanding dengan sebelum ini. "Sangat maju" itu pula tidaklah bermakna aku sudah hebat. Hanya mampu balance sikit-sikit dan bergerak sejengkal-sejengkal sahaja. :) Semoga bila-bila akan terjumpa lagi 'sensei' tadi.
Lain-lain perkara, semua berjalan lancar rasanya. Oh, soal makan! Aku sangat bersyukur kerana adanya rakan seperti Muiz. Dia pandai masak. Senang hidup aku! Hahaha. Tetapi bukannya aku menggunakan dia sepenuhnya. Masing-masing mainkan peranan masing-masing. Dia masak lauk, aku masak nasi. Aku tolong buat benda simple-simple selagi yang termampu sahaja lah.
Semoga segalanya semakin lancar.

Tuesday, March 20, 2012

Restu

Assalamualaikum dan salam sejahtera. Salam 1Malaysia. Di sini saya ingin mengucapkan ribuan terima kasih kepada sanak saudara ahli keluarga, guru-guru, sahabat handai, rakan-rakan dan geng kerana telah banyak membantu dalam proses saya menjadi manusia yang kini akan melanjutkan pelajaran ke negara Matahari terbit, Jepun. 
Penerbangan dijangkakan pada jam 11.30 malam waktu Malaysia di KLIA. Jadi di kesempatan ini, sekali lagi ribuan terima kasih diucapkan dan diharap dapat mendoakan segala urusan saya berjalan lancar. Selamat pergi dan selamat pulang dengan segulung ijazah. Jasa baik kalian insyaAllah sentiasa dalam ingatan dan moga-moga Allah membalas jasa kalian dengan kebahagiaan di dunia dan juga di akhirat. 
Saya juga ingin meminta dihalalkan makan minum serta jika ada hutang piutang, minta diberi tahu sesegera mungkin agar mampu saya melunaskannya. Saya insan biasa, mudah alpa dan leka. 
Buat ahli keluarga sahabat handai di Malaysia, minta ditengok-tengokkan ibu dan ayah saya. 
Semoga segalanya berjalan lancar dan dirahmati yang Esa.
Sekian, terima kasih. :) Assalamualaikum.

Tuesday, March 13, 2012

"Quality Time"

Hari ini, berjalan lagi. Lagi dan lagi. Tapi takpa, berjalan berjumpa kawan. Demi kawan, apa pon boleh. :) Pengangkutan awam terpaksa digunakan berikutan kereta masih lagi belum siap. Jadi, tadi hanya lepak-lepak "quality time" dalam istilah kami rakan-rakan. Memang berkualiti lah. Gurau senda gelak tawa. Macam biasa. Tadi aku menghabiskan kupon buku dengan senaskah buku, pensel tekan dan lego gitar elektrik. Agak nice juga sebenarnya. Setibanya aku di kedai mamak pelita, masing-masing rakan-rakan bersemangat mengusahakan lego kecil itu. Alhamdulillah berjaya. (sambil mengunyah Cheese Nan)


Kemudian bergerak main pool sambil menonton cerita Azura. Haa, disini aku baru mengenali wajah Neelofa yang menjadi topik hangat dikalangan rakan-rakan. Pada aku, Hot lagi Siti Saleha. :) Setelah itu, makan-makan, pulang. Ambil kereta yang baru siap. Sedap hati. Lesen P dah habis, kereta dah elok. Boleh berjalan dengan tenang berjumpa rakan-rakan lagi. Masalah cuma kadar kewangan yang semakin lama semakin merosot. Tapi apakan daya. Jiwa remaja boros dan tak pandai nak berjimat ini terus memberontak. Moga-moga segalanya berjalan lancar. 
Semoga semakin banyak "quality time" yang berjaya. Selamat malam penduduk Bumi.

Friday, March 9, 2012

warna warni

1. Assalamualaikum :) Moga-moga dengan memberi salam yang diikuti senyuman dapat meredakan kemarahan.
2. Khas kepada "si dia" yang menjadi topik hangat dikalangan aku dan rakan-rakan. 
3. Motif aku dan rakan-rakan mengapi-apikan dia berjaya. 
4. Memang tingkah laku kami ini dikira keji. Tapi, niat dihati tidak lah sekeji yang disangkakan. 
5. Halnya bermula daripada side di sana juga. Kalau takda angin masakan pokok bergoyang. Itu apa yang kami fikirkan.
6. Mula-mula aku cuba buat tak endah. Tapi maruah kenalah jaga kan. 
7. Orang maki kita, kita senyum-senyum menganjing balik  sikit-sikit cukup kot. :) 
8. Langkah-langkah yang perlu dilakukan telah terlaksana. Moga-moga segalanya berjalan lancar. 
9. Kemaafan dipohon kepada Allah S.W.T dan diharapkan pihak yang terasa hati dapat juga memaafkan.
10. Pihak kami sudah memaafkan kerana kami memegang konsep "maafkan orang sebelum tidur". Lekkk!! 
11. Assalamualaikum. :)

Saturday, March 3, 2012

The name is bond , James Bond

Kini disaat-saat akhir sebelum melanjutkan pelajaran ke luar negara, aku semakin sedar akan perubahan yang berlaku. Perubahan yang pada mulanya hanya aku nampak pada orang, lama-kelamaan semakin terpancar daripada tubuhku sendiri. Selepas selesai menunaikan tanggungjawab sebagai seorang Muslim sebentar tadi, aku tersedar bahawa ada bond yang semakin kuat dan ada bond yang semakin lemah. Bond yang aku maksudkan adalah bond persahabatan. Dulu, "geng" aku hanyalah satu geng yang betul-betul geng lah. Hujung minggu, pasti bersama. Sebab hari-hari lain ada kelas. Kawan-kawan lain? Campak tepi. Bila tak bersama geng, baru cari kawan lain. Itu aku lah. Dulu! Mungkin sebahagian dari geng aku yang dulu pon macamtu. Tapi, sekarang, Alhamdulillah kawan-kawan semua sama rata. Maksudnya, kawan-kawan lain ada dihubungi, geng dulu masih ada contact sikit-sikit cuma tak serapat yang dulu. Suam-suam kuku sahaja lah. Mungkin juga, sebenarnya ini satu proses pembentukan geng baru. Tapi takpalah, memang bond tu boleh renggang boleh ketat, asalkan tak betul-betul putus sudah lah. Selagi boleh, kita usahakanlah mengetatkannya. :)
Dalam persahabatan, macam-macam lah ragamnya, songehnya, asam garamnya. Benda-benda itu lah yang buat persahabatan jadi syok! Sekian sahaja untuk kali ini. Pendek macam khutbah Jumaat semalam. Harap-harap ada intipati yang penting, macam khutbah Jumaat semalam jugak. Assalamualaikum. :)

Saturday, February 18, 2012

Changes

Sebelum tertidur yang diganggu dengan nyamuk tadi, aku menggeledah sambil mengemas barang-barang sepanjang hampir dua tahun aku di UM. Godek sana sikit, godek sini sikit. Aku terjumpa barang-barang yang mengimbau kenangan lama. Dua tahun, ada orang kata sekejap. Ada orang kata lama. Pada aku lama. Bukan sebab aku menderita, tapi banyak perkara menarik dan banyak yang telah aku pelajari. Yang paling ketara adalah, kini aku sudah boleh berbahasa Jepun. Itu dari sudut ilmiah nya lah. 
Ok, back to the story. Something that again, wakes me up through this neglectful life. It's actually a quote by a person who used to be very closed to me. "Life is about changes". I tweet about it after reading it and to my suprise, there are some of my friends who retweet-ed it and star-ed it which indicates that they were also agreed with me. I guest, people do share some mutual experience huh. Maybe the way they gain the experience is different but the content is more or less, the same. Well, life sure is about changes isn't it? Even us, we getting older every single second and the time, never stop running. It's a destiny and we can't avoid it. What we are capable to do is that to make sure, every single second is used wisely and never regret for what had happen. From what I've read, a wise-man said that, (the meaning is like this, I'm not sure for what the exact quote is) "Never regret for what had happen, be grateful because its happened".
Goodnight. Thank YOU. :)

Thursday, February 16, 2012

LalalaLife

Its been a while, lama sangat rasanya tak menaip untuk sebarang post. Ada rasa nak menaip tetapi itulah, niat tak menghalalkan cara. Banyak sangat perkara menarik yang berlaku kebelakangan ini and seriously, I'm enjoying my life. True, there are still some bad parts but yet, I took it as an experience as I grow up older, bit by bit.
Nak cerita apa pun tak pasti, but just let the combination of mind and fingers decide it. :) Currently, preparation programme untuk ke Jepun had officially ended. Sudah graduate dah pun and I'm still waiting for the placement of university. Harap-harap dapat lah seperti apa yang diharapkan. InsyaAllah dalam lebih kurang sebulan lagi aku akan fly ke Jepun. Dan masa-masa terakhir ni aku harap dapat diluangkan bersama keluarga dan rakan-rakan. Untuk keluarga, segalanya berjalan lancar. Lagipun, memang di rumah ada papa dan mama sahaja. So, basically memang aku dah luang kan masa bersama mereka. Untuk rakan-rakan, aku akan usahakan setakat mana yang mampu. Selagi boleh lepak, aku akan lepak. InsyaAllah bila elaun dah masuk nanti, usaha akan ditingkatkan lagi. Lepas ni entah bila pula nak berjumpa kan. Rakan-rakan pun diharapkan dapat meluangkan masa bersama. We are searching for the quality time and not the quantity. Biarlah seketika, asal bermakna. Tak gitu? :)
So, setakat ini, hobi aku bertambah satu lagi. Dulu mungkin membaca buku sastera sahaja. Kemudian berkembang lah sedikit ke bidang lomography, walaupun tak berapa nak ada bakat, tapi jadilah untuk memuaskan diri. Kata pun hobi. Setelah difikirkan kembali, aku juga perlukan hobi yang mana tidak melibatkan sebarang kos. Seperti sedia maklum, lomography sangat mengikis duit. Duit mengalir seperti hujan yang tengah turun sekarang ini. *Gombak hujan lebat. Kalau lah duit itu boleh saja timbul selepas sahaja dibayangkan, pasti aku akan stick dengan lomography sahaja. Jadi, aku terfikir untuk bermain Ukulele. :) Memandangkan saiz nya yang kecil molek dan mudah dibawa kemana-mana, tak rugi agaknya jika aku beli dan aku telah pun beli dari rakanku Izzul Syafiq, seorang remaja yang super talented. Dia jual murah pula tu. Alhamdulillah. Rezeki lah tu. So, kini adalah menggesek-gesek sikit Ukulele ni. Saya budak baru belajar, jangan lah mengharap hebat macam Sungha Jung. Doakan sama cukup.
Ok, dah takda apa nak cerita, hidup ni macam biasa lah. Cantik tak cantik tu mesti ada. Aku masih berpegang dengan satu ayat ni, "Susah senang lain cerita, pengalaman yang berharga". Doakan kejayaan aku di Jepun. Sekian, terima kasih.

Tuesday, January 24, 2012

Saturday, January 21, 2012

Saturday, January 14, 2012

we are family

Today, 14th January 2012. In addition to Sal's 20th birthday, the "family" gathering gave a lot of sweet and unforgettable memory for us. Eventhough just for a while, on top of it, the beautiful-lovely-cheerful moment is the most important. We do share the happiness. Despite of me being a loner (terserempak dengan paan masa jalan sorang and straight kena pangkah loner -.-), i can still enjoy the family quality time with my friends. Tambah ada seorang "ahli" baru pulak. Nice. A well-span day. We are family. Welcome to the family Dan :)


And this is just what I'm thinking of our situation right now. Or maybe in the future. A long-lost friend come back together and back being a child. NICE! 



Sunday, January 1, 2012

Raban

Tuku merupakan seorang anak yatim yang kehilangan ibunya sejak kecil lagi. Dia dibesarkan oleh ayahnya yang kemudiannya berkahwin dengan Aminah, ibu tirinya. Seperti mana nasib si anak tiri dalam dongeng rakyat, begitulah juga nasib si Tuku yang tidak kurang malangnya.
Hari ini, hari jadi Tuku. Kini dia genap berusia 63 tahun. Usia 63 tahun masih dikira mentah kerana rakyat di kampung Tuku secara puratanya hidup sehingga usia mencecah 365 tahun. Di setiap hari jadinya, Tuku tak pernah merasa gembira. Malah, makin terseksa. Tetapi, hari ini, dia mampu melonjak gembira keriangan kerana akhirnya ibu tirinya (atas faktor yang munasabah) menghalaunya keluar dari rumah. Ini bermakna dia tidak perlu lagi melihat rupa busuk ibu tirinya itu. Dia keluar dari rumah sehelai sepinggang dengan perasaan gembira. Tetapi, bapanya, sedih duka kecewa. Sebelum keluar, Tuku menyalam bapanya dan berkata bahawa suatu hari dia akan kembali untuk membalas jasa bapanya. Dia tidak akan pernah lupa segala tunjuk ajar bapanya yang bermanfaat.
Maka, bermulalah perjalanan Tuku sebagai anak gelandangan yang tiada hala tuju tetapi mempunyai keazaman yang tinggi didalam hati. Dia mula mngorak langkah dengan memberanikan diri menahan perahu di tepi sungai untuk menumpang hingga sampai ke bandar. Di bandar, dia memberanikan diri pula dengan mencari tempat berteduh di mana yang mampu. Untuk makan dan minum, dia mengemis. Begitulah hidup Tuku sehari-hari sehingga dia terlihat seorang anak kecil yang mengetuk rumah ke rumah untuk meminta upah mengemas laman memotong rumput untuk menyara hidup. Maka dari itu, tergeraklah Tuku untuk mencari inisiatif seperti anak kecil itu. Dia kemudiannya menjadi semakin rajin dengan mengutip botol lama, surat khabar lama dan mencuci kereta. Kini hidupnya lebih teratur. Dia ada kerja yang boleh dilakukan untuk menyara hidupnya. Walaupun papa kedana, dia berjaya menyempurnakan hidupnya sehinggalah dia lanjut usia.
***
Usia Tuku kini menjangkau 193 tahun. Dia masih seperti dulu. Bezanya kini dia berkereta, beranak kembar dua dan mempunyai syarikat sendiri. Isterinya Peah anggun bak bidadari dari kayangan. Pasti ramai yang tertanya bagaimana Tuku mampu menjadi seperti itu? 
Begini, ketika dia masih meneruskan hidupnya mengutip botol lama dan surat khabar lama, tiba-tiba ada seorang gadis yang kelihatannya agak gila berlari kepadanya dan meminta bantuannya untuk menyelamatkan dirinya daripada dikejar oleh 40 orang penyamun. Tuku yang tidak tahu apa-apa memberi pertolongan semampu daya dan akhirnya gadis itu berjaya bersembunyi daripada dikesan oleh 40 orang penyamun. Setelah keadaan kembali tenang, si gadis menceritakan apa yang berlaku kepada Tuku. Rupa-rupanya, 40 orang tadi merupakan pekerja ibu tiri Tuku yang kejam dulu. Si gadis tadi memegang rahsia berkenaan ibu tiri Tuku yang boleh menyebabkan ibu tiri Tuku dipenjarakan dan segala hartanya di rampas. Jadi, Tuku yang sememangnya berdendam dengan ibu tirinya memastikan rahsia itu sampai ke pihak berkuasa dan segalanya berjalan mengikut prosedur yang betul. Tiada rasuah. 
Setelah ibu tiri Tuku didapati bersalah dan dipenjarakan, Tuku akhirnya kembali menemui bapanya walaupun dia masih papa kedana. Akan tetapi, tanpa diketahuinya, jasanya memeberkas ibu tirinya itu amat dihargai rakyat jelata kerana ibu tirinya itu dipercayai menggelapkan duit rakyat dan masing masing memberi sumbangan sekupang-dua seorang kepadanya  dan dengan modal yang tak seberapa akhirnya dia mebuka perniagaan kecil-kecilan. Maka dengan itu, masa depan Tuku semakin cerah dan akhirnya menjadi usahawan yang berjaya. Dia berkahwin dengan gadis yang dijumpainya secara tak sengaja itu, Peah namanya.
Dalam masa kesusahannya, Tuku tidak pernah pasrah kerana pasrah baginya adalah menyerah. Dia hanya redha dengan ketentuan hidupnya dan bersyukur dengan apa yang ada. Walaupun perih, itulah kehidupan. Walau palat sekalipun, pasti akan ada hikmahnya. Kini dia hidup dengan aman damai sambil menikmati sisa hidupnya kira-kira 170 tahun lagi.

"redha itu ikhlas, pasrah itu menyerah"  - ombak rindu

Tuesday, December 27, 2011

Catak (Catatan Botak)

Melalui pembacaan, aku tahu aku tak berseorangan. Ada yang senasib dengan aku. Malah, ada yang lebih teruk. Maka dari itu, aku mengerti akan perih getir kehidupan, perlunya bersyukur dan segala dugaan berkaitan dengan nya. Hidup, sangat indah. Jika kita pandai menikmatinya. Pelbagai perkara boleh dilakukan.
Gagal sekali, bangun lagi. Gagal lagi? Bangun lagi. Ulang lah beberapa kali. Tak mengapa. Yang penting jangan lupa bangun. Kau tahu apa terjadi kepada orang yang bangun tidur? Dia mati!! Konsepnya sama. Kau bangun lambat takpa, yang penting bangun. Dan, belajar dari mimpi yang kau lalui. Setiap yang berlaku pasti ada asbabnya.

"Don't cry because it's over, smile because it happened"
Dr. Seuss
"Whatever you can do or dream you can, begin it. 
Boldness has genius, power and magic in it" 
Johann Wolfgang von Goethe

Saturday, December 24, 2011

Percubaan pertama

Hasil pertama sudah pon kelihatan. Seperti biasa, hasil pertama, amatlah mendukacitakan. Tetapi, aku masih mampu merasa bangga kerana ada yang menjadi juga. Untuk percubaan kedua, aku telah mendapatkan kit tambahan iaitu flash yang pada aku sangat berguna untuk seorang beginner. Mudah-mudahan berjaya. Ini dia rupa baru Spongebob aku. :)

Friday, December 23, 2011

Muda

"Variasi hidup indah :)" "senang susah lain cerita, pengalaman yang berharga" Aku tak pasti aku jumpa ayat ini dimana tapi ini lah ayatnya. Sebabtu aku masih mampu tersenyum :) Senyum macam kerang busuk dengan gigi bersepah. Hehehe. (mooning)
Dunia pasti indah jika semua rasa boleh dikongsi bersama tanpa batas. Tapi takpa, selagi mampu, aku telan saja sendiri. Syukur alhamdulillah. Aku pernah merasainya. :) Aku ada terbaca petikan di facebook mungkin, maksudnya lebih kurang macam ni lah. Stop demanding or complaining and learn to appreciate. Lebih kurang macam itu lah. Bahasa Inggeris dah berhabuk dah.
Recently, aku ada menjalani satu dugaan yang menduga jugak lah. Tetapi, selamat pada ketika itu aku teringat apa yang aku baca. Maka, aku mengharungi dugaan itu dengan senyuman yang paling manis. (bercampur baur dengan peluh dek terduga oleh dugaan yang menduga)
Nak sertakan gambar, tapi gambar ditangkap oleh beginner, maka hasilnya amat mendukacitakan. Lebih baik tidak dikongsi. Sekian. Senyum sampai nampak lesung pipit :)